Wednesday, December 11, 2019

Tahukah Anda Bahwa Youtuber dan Selebgram Juga Kena Pajak

Teknologi memang memiliki dampak besar pada dunia bisnis. Sekarang bisnis dapat dibangun hanya dengan internet dan kamera. Dulu, Profesi sebagai youtuber mungkin tidak begitu akrab di telinga Anda. sekarang kedua profesi ini banyak didengar berkat teknologi yang semakin maju dan banyak pencipta yang muncul yang mampu menyediakan konten menarik di dunia maya.
Penghasilan dari youtuber dan selebriti terkenal bisa mencapai puluhan juta dan bahkan mengalahkan pekerja kantoran dari perusahaan terkenal. Siswa reguler mendapatkan uang dari layanan dukungan di akun media sosial mereka. Youtuber sendiri mendapat uang dari iklan yang diposting di video yang diunggah di halaman Youtube.

1. Berapa Penghasilan Selebgram dan Youtuber?
Biaya bulanan untuk setiap layanan pengesahan bervariasi dari satu sama lain. semakin banyak pengikut selebritas, semakin tinggi bayarannya. Sebesar Kyle Jenner dan Selena Gomez, yang memiliki ratusan juta pengikut untuk setiap posting iklan di akun media sosial mereka, dapat bernilai miliaran rupiah. Tidak hanya jumlah pengikut yang memengaruhi tingkat dukungan, tetapi juga terlihat apakah pemilik akun itu adalah artis terkenal atau bukan.

Penghasilan youtuber biasanya tergantung pada jumlah penayangan video yang diposting. Semakin banyak orang menonton video, semakin tinggi pendapatan yang mereka dapatkan. Tarif yang dikenakan untuk setiap tampilan bergantung pada algoritme Google sehingga terkadang nilainya tidak pasti.

2. Bagaimana cara menghitung pajak penghasilan selebgram dan youtuber?
Bagi Anda yang berprofesi sebagai youtuber atau selebritas yang berpenghasilan di bawah Rp. 54.000.000 per tahun, jumlah pajak yang dibayarkan masih nol. Ini diduga sebagai penghasilan tidak kena pajak yang masih sekitar Rp. 4.500.000 per bulan atau Rp. 54.000.000 per tahun. Jika Anda memiliki penghasilan dari profesi di atas, penghasilan tidak kena pajak tentu akan dikenakan tarif pajak penghasilan. Ada dua perhitungan pajak yang dapat dibebankan untuk penghasilan dari youtuber dan selebgram yaitu sebagai berikut:
  • PER - 17 / PJ / 2015
Menurut peraturan, direktur jenderal nomor pajak PER - 17 / PJ / 2015 dapat dikenakan dengan dua opsi. Pilihan pertama adalah norma 35% untuk pekerjaan yang termasuk dalam hiburan, seni dan kegiatan kreativitas lainnya. Jika pekerjaan yang dilakukan diklasifikasikan sebagai pekerja seni, norma 50% akan berlaku. Tarif akan dikalikan dengan laba bersih selama satu tahun sehingga jumlah pajak harus dibayar.
  • PP 23 tahun 2018
Selain peraturan direktur jenderal nomor pajak PER - 17 / PJ / 2015, ada juga perhitungan pajak pada youtuber serta berdasarkan peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2018. Peraturan ini menetapkan tingkat Pph akhir 0,5% untuk wajib pajak yang memiliki sirkulasi kotor sekitar Rp. 4.800.000.000 setahun. Tingkat 0,5% ini akan dikalikan dengan penghasilan kotor Anda selama setahun.

Untuk melaporkan pajak Anda, ada juga aplikasi e-filling yang tersedia untuk memudahkan Anda melaporkan pajak secara online. Dengan e-filling Anda dapat melaporkan pajak kapan pun dan di mana pun Anda berada selama ada akses internet. Selain itu, untuk denda keterlambatan karena melaporkan setiap wajib pajak untuk pribadi akan dikenakan denda Rp. 100.000 per tahun. Untuk pembayar pajak perusahaan, denda sebesar Rp. 1.000.000 akan dikenakan.

selain itu pengisian e-filling membantu Anda mendapatkan bukti lebih cepat dan ada pedoman bagi Anda yang masih relatif baru menggunakan fasilitas ini. Bagaimana Anda memahami perhitungan pajak untuk pekerja kreatif dan cara mudah melaporkan pajak Anda? mari segera laporkan pajak Anda sebelum 31 Maret.