Tuesday, February 11, 2020

Ingin Memperkecil Pajak Secara Legal? Gunakan Cara Ini

Pajak adalah retribusi yang dikenakan oleh negara pada rakyatnya. Pajak ini tidak memberikan pengembalian langsung saat pembayaran dilakukan. Meski begitu pajak ini mampu membiayai kegiatan pemerintah dan membangun fasilitas dan infrastruktur publik yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Wajib Pajak dalam perpajakan dibagi menjadi dua jenis, yaitu wajib pajak pribadi dan wajib pajak perusahaan.
Penghitungan pajak wajib pajak memerlukan laporan keuangan dan dapat dilaporkan secara online dengan menggunakan fasilitas yang ada. Sebenarnya ada beberapa strategi yang legal dan bisa Anda andalkan untuk mengurangi jumlah pajak yang ditanggung setiap bulan.

1. Manfaatkan NPWP
Langkah pertama adalah menggunakan NPWP atau nomor pokok wajib pajak. Dengan memiliki nomor pokok wajib pajak, Anda dapat mengurangi tarif tinggi. Misalnya untuk wajib pajak pribadi umumnya dikenakan tarif pajak 5% tetapi jika Anda tidak memiliki NPWP, Anda akan dikenakan tarif 6%.

2. Menjelaskan Status Perkawinan dan Anak
Selain itu, untuk wajib pajak pribadi yang ingin mengurangi jumlah pajak pribadi juga bisa dengan mengenali status pernikahan. Wajib pajak pribadi yang berpenghasilan di atas Rp4.500.000 sebulan diwajibkan membayar pajak. Jika Anda memiliki ketergantungan pada istri atau anak Anda, penghasilan kena pajak Anda akan berkurang sebesar Rp4.500.000 untuk setiap ketergantungan. Untuk tanggungan maksimum hanya sampai anak ketiga dilahirkan.

3. Memberi Donasi
Tahukah Anda bahwa donasi biasanya tidak diakui sebagai beban tetapi jika Anda membayar zakat atau sumbangan agama, itu dapat mengurangi beban pajak Anda. Kontribusi ini harus untuk badan yang ditunjuk oleh pemerintah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-15 / PJ / 2012 badan-badan tersebut termasuk Dana Nasional Badan Dharma Yayasan Adikara Dharma Parisad (BDDN YADP), Zakat Nasional Lembaga Amil, atau Lembaga Donor Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI). Ada 21 badan keagamaan mapan yang dapat mengurangi pajak Anda jika Anda membayar sumbangan di agensi.

4. Tingkatkan Tabungan Pensiun
Langkah selanjutnya untuk mengurangi jumlah pajak yang ditanggung secara hukum adalah meningkatkan tabungan pensiun. Jika biaya tabungan pensiun meningkat, laba yang dihasilkan akan berkurang. Akibatnya, keuntungan Anda juga akan berkurang. Semakin besar penghasilan yang Anda miliki, semakin besar pajak yang dikenakan pada Anda.

5. Aset Tetap Anda
Selanjutnya, akui aset tetap yang menggerakkan bisnis Anda seperti mesin dan peralatan kantor. Tingkat penyusutan untuk aset tetap yang dimiliki oleh pihak perpajakan tidak sama dengan tingkat penyusutan komersial. Dalam pajak aset masih dibagi menjadi aset daripada bangunan dan aset bangunan.

Aset non-bangunan dibagi menjadi empat kelompok dan bangunan dibagi menjadi bangunan permanen dan non-permanen. Metode perhitungan depresiasi dibagi menjadi garis lurus dan saldo menurun. Tingkat penyusutan biasanya lebih besar dari tingkat penyusutan komersial.

6. Simpan Bukti Pengurangan Pajak
Jangan lupa untuk menyimpan bukti pengurangan pajak Anda untuk menghindari pembayaran pajak doubel. Catat PPN Masuk dan Keluar yang akan dikreditkan ketika periode pajak akan berakhir pada bulan April. Selain itu, penting untuk mengalihkan pendapatan menjadi penghasilan kena pajak final. Misalnya, warisan yang tidak dikenakan pajak dan deposito dikenakan pajak final.

7. Alihkan Aset Bergerak Anda
Bagi Anda yang memiliki lebih dari satu kendaraan dan masih memiliki keinginan untuk membeli aset bergerak, Anda dapat mentransfernya ke orang lain. Misalnya, kepemilikan mobil kedua dan ketiga dapat ditransfer ke Anda dan orang tua Anda untuk menghindari pajak progresif.

0 comments:

Post a Comment