Wednesday, March 11, 2020

Imbas Pada Pajak Penghasilan Yang Sudah Menikah

Pajak adalah salah satu kewajiban yang ditanggung oleh Anda yang memiliki penghasilan lebih dari Rp. 4.500.000 per bulan. Angka ini diambil dari penghasilan tidak kena pajak yang telah naik secara bertahap beberapa waktu lalu. Ada dua jenis pajak yang harus dibayar dan dilaporkan setiap tahun, yaitu pembayar pajak perusahaan untuk pelaku bisnis dan pembayar pajak pribadi.
Untuk laporan wajib pajak perusahaan selambat-lambatnya adalah April sedangkan laporan wajib pajak pribadi paling lambat adalah Maret. Jika Anda terlambat melaporkan, Anda akan dikenakan sanksi sebesar Rp. 1.000.000 untuk pembayar pajak perusahaan dan Rp. 100.000 untuk pembayar pajak pribadi.

Untuk pembayar pajak pribadi, tarifnya progresif mulai dari 5% hingga tertinggi 30%. Mereka yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan tarif 20% lebih tinggi. Untuk menghindari jumlah pajak yang tinggi, kondisinya sangat mudah. Anda baru menikah, jadi jumlah pajak yang dibayarkan juga akan lebih kecil. Berikut ini adalah manfaat bagi Anda yang sudah berstatus menikah dengan tagihan pajak pribadi.

1. Dapatkan Potongan Pernikahan WP
Bagi Anda yang sudah menikah, Anda akan mendapatkan WP pernikahan membayar Rp. 4.500.000 dalam setahun. Ini berarti bahwa penghasilan kena pajak Anda akan dikurangkan oleh pajak pernikahan baru dikalikan dengan tarif pajak. Lumayan potongan-potongan itu bisa digunakan untuk berjalan bersama istrinya.

2. Punya Anak? Dapatkan Lebih Banyak Potongan
Direktur Jenderal Pajak tampaknya tahu bahwa jika Anda memiliki banyak anak, biaya hidupnya juga meningkat. Tidak ingin membebani pembayar pajak pribadi, ada pengurangan penghasilan kena pajak untuk setiap anak. Untuk setiap anak akan berkurang sebesar Rp. 4.500.000 dalam setahun. Pengurangan ini hanya berlaku untuk anak ketiga sehingga jika Anda memiliki 4 anak, anak keempat tidak memiliki pengurangan pajak penghasilan.

3. Kewajiban Pajak Dapat Menjadi Satu Dengan Suami
Setelah berstatus menikah, yang paling diuntungkan adalah para istri. Masalahnya adalah bahwa kewajiban pajak bisa menjadi satu dengan suami, sehingga NPWP juga dapat dihapuskan. Penghapusan NPWP ini tidak berlaku untuk istri yang tinggal secara terpisah, yang propertinya dimiliki oleh setiap pasangan menikah. Penghapusan NPWP juga tidak wajib jika keduanya bekerja di satu perusahaan karena sudah pernah dilakukan sebelumnya dari perusahaan.

4. Tidak ada pelaporan yang rumit
Kemudahan bagi mereka yang memiliki status menikah, terutama istri mereka, tidak perlu melaporkan SPT. Cukup untuk memasukkan bukti pemotongan, penghasilan kena pajak akan dihitung bersama dengan suami. Jika NPWP istri digabungkan menjadi satu dengan suaminya, maka status kurang bayar tidak akan muncul. Ini karena pelaporan sebelumnya secara terpisah dan perlu ada perhitungan tambahan. Setelah menghilangkan NPWP dari istrinya, dia tidak perlu melaporkan SPT.

Untuk melakukan eliminasi NPWP untuk seorang istri, sebenarnya mudah untuk membawa surat nikah dan mengajukan aplikasi yang tidak efektif untuk wajib pajak pernikahan NPWP. Sebenarnya pengajuan penggabungan NPWP tidak wajib dan dikembalikan kepada Anda masing-masing. Namun, jika pelaporan dilakukan secara terpisah, setiap pajak akan dikurangkan. 

Lebih rumit dan tekan dua kali sehingga sangat disarankan untuk menggabungkan NPWP. NPWP sendiri sangat penting karena biasanya digunakan sebagai persyaratan dalam pelayanan publik. NPWP ini biasanya diminta untuk persyaratan visa untuk beberapa negara. NPWP juga diperlukan bagi Anda yang ingin memiliki kartu kredit atau mengajukan hipotek

Itulah pembahasan Imbas Pada Pajak Penghasilan Yang Sudah Menikah. Semoga bermanfaat ya