Wednesday, July 29, 2020

Cara Budidaya Tanaman Pare Untuk Pemula

Masyarakat di Indonesia tentu saja sudah tidak asing dengan pare, pasalnya jenis sayuran yang satu ini memang sangat populer untuk dikonsumsi. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa pare memiliki rasa yang sangat khas yakni pahit, namun demikian ternyata sayuran yang satu ini disukai oleh banyak orang. Di balik rasanya yang pahit, ternyata sayur pare sangat kaya akan kandungan gizi yang tergolong lengkap dan juga berbagai macam zat yang sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara rutin.

Sayur pare sendiri memiliki ciri khas bentuknya yang silinder dan berwarna hijau dengan bagian permukaan kulitnya yang memiliki tekstur sedikit kasar. Sayur pare sering diolah menjadi masakan lezat yang bisa dicampur dengan berbagai bahan makanan yang lainnya. Saat ini ada banyak orang yang tertarik untuk melakukan budidaya pare karena jenis sayuran yang satu ini memiliki tingkat permintaan yang selalu tinggi sehingga tentu saja akan menjadi peluang bisnis yang menarik, pada kesempatan kali ini akan kami ulas cara budidaya tanaman pare untuk pemula.


Cara Budidaya Tanaman Pare Untuk Pemula


1. Mengolah Lahan

Salah satu hal yang harus Anda lakukan dalam usaha budidaya pare adalah mengolah lahan terlebih dahulu, Anda harus menggemburkan lahan dengan menggunakan cangkul, kemudian buatlah bedengan setinggi 30 cm dengan lebar 50 cm. Lakukanlah pemupukan dasar menggunakan pupuk organik, setelah itu Anda bisa membuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 6 cm.


2. Mempersiapkan Benih Pare

Langkah kedua yang harus dilakukan adalah mempersiapkan benih pare, Anda bisa mendapatkan benih pare dari buah pare yang telah masak di pohonnya dan bukan dari buah yang sudah dipetik. Benih pare juga harus berasal dari tanaman pare yang kuat, tidak terserang penyakit, dan memiliki produktivitas tinggi. Jika tidak mau repot, Anda juga bisa membeli benih pare di toko-toko pertanian.


3. Menanam Pare

Perlu Anda ketahui bahwa benih pare yang telah Anda dapatkan harus melalui proses penyemaian terlebih dahulu, Anda bisa menyemai benih pare dengan menggunakan media polybag atau pot kecil yang diisi dengan tanah, pupuk, serta sekam. Setelah benih pare tumbuh dan telah terdapat paling tidak 4 helai daun, barulah Anda bisa memindahkannya ke lubang tanam yang ada di lahan.


4, Merawat Tanaman Pare

Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, tentu saja Anda harus merawat tanaman pare dengan baik. Proses perawatan tanaman pare bisa dibagi menjadi beberapa kegiatan antara lain penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, pembuatan para-para sebagai tempat merambat tanaman, pemupukan ulang menggunakan NPK, serta pengendalian hama dan penyakit.


5. Memanen Pare

Kini tiba saatnya Anda merasakan hasil dari kerja keras yang selama ini telah Anda lakukan yakni dengan memanen pare. Perlu Anda ketahui sebelumnya bahwa proses pemanenan bisa dilakukan setelah tanaman pare menginjak usia 60 hari setelah masa tanam, Anda bisa melakukan pemanenan dengan cara memotong bagian tangkai buah pare menggunakan pisau atau gunting yang steril.


Pare merupakan jenis sayur yang disukai oleh banyak orang meskipun rasanya pahit, Anda bisa mempraktekkan beberapa cara di atas untuk melakukan budidaya pare.

0 comments:

Post a Comment